Kenapa Saya Menggunakan Hugo untuk Membuat Website Online?

Alasan kenapa saya menggunakan Hugo untuk nge-blog dan membuat website profesional untuk klien


JagoTekno.com - Akhirnya saya tertarik menggunakan Hugo sebagai platform untuk kegiatan blogging saya.

Kenapa sih pakai Hugo?

Kan ada wordpress yang jauh lebih powerfull.

Oh iya, sebelumnya saya pernah membuat website hugo gratis yang dihosting di github pages.

Dan begini cara hosting Hugo di VPS sendiri.

Nah di sini saya ingin menjelaskan alasan kenapa saya menggunakan hugo untuk kebutuhan nge-blog, serta plus minus menggunakan hugo sebagai platform blogging.

Berikut penjelasan lengkapnya.

Daftar Isi

Apa itu Hugo?

Hugo adalah salah satu platform untuk membuat halaman web statis (static site).

Hugo dikenal juga sebagai Static site generator (SSG).

Halaman situs yang telah dibuat dengan Hugo akan langsung bisa berjalan tanpa pengaturan apa-apa lagi seperti setting PHP dan MySQL untuk database dan lain sebagainya. Ini akan menghemat waktu dan proses pencarian data di database.

Intinya konten dibuat menggunakan markdown kemudian akan diconvert oleh hugo menjadi halaman web statis dan akan langsung live.

Apa itu static site?

Tahukah anda kalau anda bisa membuat situs hanya menggunakan 1 file html saja? Anda bisa membuatnya saat ini dengan membuat file index.html lalu isi dengan format html standart seperti ini :

<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<title>Selamat Datang HTML</title>
</head>
<body>
<p>Halo dunia!</p>

<p><b>Tulisan tebal</b>, <i>tulisan miring</i></p>
</body>
</html>

Yap di atas adalah contoh file html dengan tulisan Halo dunia! di dalamnya.

Tapi dengan hugo, anda tidak perlu repot membuat semua artikel dengan menuliskan format html di atas.

Anda hanya perlu menulis isi artikel ke dalam file markdown. .md dan hugo akan konvert setiap halaman tersebut menjadi halaman statis.

Format markdown untuk menulis halaman yang serupa seperti di atas adalah

Halo dunia!

**Tulisan tebal**, *tulisan miring*.

Ref: Cheatsheet Markdown

Perbandingan hugo dengan wordpress

Wordpress sebagai salah satu CMS terbaik di dunia, kebanyakan situs di yang online menggunakan wordpress. Selain karena gampang digunakan fiturnya juga sangat banyak dan lengkap, mulai yang gratis sampai yang berbayar.

Sedangkan Hugo hadir bukan sebagai CMS, tetapi static site generator (SSG).

Sebagai pengguna wordpress dan hugo berikut perbandingan antara keduanya.

Theme

Wordpress memiliki lebih banyak theme dibandingkan HUGO. Secara default setelah install Hugo kita tidak akan mendapatkan theme bawaan. Theme harus didownload terlebih dahulu atau dibikin sendiri.

Theme Wordpress terdiri dari file .php sedangkan theme hugo terdiri dari file html, css, dan markdown.

Database

Artikel yang dibuat menggunakan Wordpress akan tersimpan di database MySQL, begitupun dengan pengaturan websitenya. Database ini rusak maka seluruh website akan rusak/tidak bisa diakses lagi.

Hugo tidak memiliki database karena dia hanya sekumpulan file html, css, dan js. Setiap artikel yang telah dikirim ke hosting dan bisa diakses melalui internet hanya berupa file html, bahkan gambar yang ikut disimpan di sana akan tersimpan di folder gambar yang sudah ditentukan.

Workflow

Untuk blogger yang produktif atau menghandle banyak penulis, mungkin wordpress merupakan pilihan terbaik.

Menulis dan menerbitkan konten di wordpress akan terasa lebih cepat. Hanya perlu login ke wordpress lalu tulis konten di sana.

Tapi di Hugo berbeda. Kira-kira seperti ini :

  1. Hugo diinstall di laptop/komputer
  2. Tulis konten dengan perintah hugo new konten.md
  3. Preview tampilan website / konten yang sudah ditulis menggunakan perintah hugo server
  4. Build website hugo dengan perintah hugo
  5. Website hugo anda berada di folder Public.
  6. Copy semua isi folder Public ke folder /htdocs/ di server anda, atau simpan di Github.

Kenapa pakai hugo?

Menggunakan hugo bukan karena menghindari Wordpress, tapi karena ingin lebih minimalis.

Kegiatan blogging yang saya lakukan hanya seputar menulis konten dan upload gambar. Sedangkan fitur wordpress bisa lebih dari pada itu. Saya rasa mubasir.

Di hugo, setelah membuat theme, kita akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk menulis konten di text editor seperti (VIM, VScode, Sublime Text, Notepad, dan lain-lain)

Belajar hal baru

Awalnya saya mengira bahwa hugo itu harus diinstall di server lalu untuk menulis kontennya kita harus login dulu lalu menulis konten, lalu build sendiri

Tapi ternyata tidak, Hugo adalah cara termudah untuk membuat website tanpa perlu ribet setting server.

Yang paling perlu dibuat hanyalah web servernya saja (Nginx atau Apache).

Setelah itu copy hugo site dari komputer local (laptop/komputer pc) ke web server/ yang sudah siap online.

Di sini saya belajar hal baru ternyata bisa membuat halaman website keren semudah ini.

Baru paham juga ternyata seperti ini cara kerja static site.

Mungkin karena sebelumnya saya tidak begitu memahaminya.

Wordpress terlalu overkill untuk kebutuhan nge-blog saja

Saya merasakan hal itu setelah menggunakan keduanya (wordpress dan hugo).

Banyak sekali fitur Wordpress yang tidak saya gunakan dan merasa bahwa Wordpress overkill dan HUGO adalah jalan ninja ku untuk menjadi minimalis.

Tidak perlu berurusan dengan database, dan hal ribet lainnya.

Tidak perlu membuat table database yang ribet di server lalu mengkoneksikannya dengan wordpress.

Intinya saya hanya ingin membuat halaman website lalu menampilkannya.

Thats it.

Space VPS hosting nganggur

Hosting VPS saya masih banyak space nya, maka dari itu saya ingin menambahkan static site saja.

Hitung-hitung untuk belajar VPS.

Saya jadi tahu cara mengirim dan menerima file menggunakan rsync

Akhir kata

Hugo merupakan platform untuk membuat website statis yang sangat cepat dan mudah digunakan.

Buat yang ingin nge-blog dan ingin mempelajari banyak hal baru seputar HTML dan bagaimana web bekerja, Hugo bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mulai belajar.

Yang berat di hugo hanyalah pada bagian templating nya.

Tapi setelah dirasakan sendiri performa dan kelebihan yang dimilikinya, anda akan merasa kalau Hugo memang bisa diandalkan.

Setidaknya untuk saat ini dimana saya masih menggunakan Hugo, itulah yang saya rasakan.

Semoga artikel ini bisa memberikan gambaran buat yang ingin menggunakan hugo untuk kegiatan blogging atau membuat website statis profesional untuk klien.

Menampilkan Summary atau Description di Hugo
Ditulis oleh Rafi pada Saturday, 12 November 2022
mrfdn author

Rafi

  • 15 year+ of Linux user.
  • 5 years+ blogger and web developer.

Jika artikel yang dibuatnya ternyata bermanfaat, support dengan cara

    Share:

Baca juga

Hugo if Isset Tutorial

Hugo if Isset Tutorial

words min read
Cara Install Tailwind Hugo

Cara Install Tailwind Hugo

words min read

comments powered by Disqus